
Aliansi Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat Indonesia disingkat Aliansi RBM Indonesia terbentuk melalui deklarasi yang dicetuskan pada workshop RBM ke-3 pada tanggal 9-11 April 2008 di Jakarta dengan tema “Membangun Kemitraan dan Advokasi”. Workshop tersebut dihadiri oleh utusan dari pemerintah, organisasi orang dengan kecacatan, LSM, dan lembaga donor yang kemudian menjadi anggota Aliansi RBM Indonesia.
Terbentuknya Aliansi RBM Indonesia bertujuan menggalang kemitraan dalam rangka advokasi di bidang RBM dan mewujudkan kemitraan oleh masyarakat untuk mempromosikan kesetaraan hidup, hak, dan pemberdayaan orang dengan kecacatan. Aliansi melaksanakan fungsi koordinasi program RBM yang dilakukan oleh lembaga pemerintah maupun non-pemerintah dalam hal pelaksanaan kebijakan, penyusunan standar pelayanan bagi orang-orang dengan kecacatan dengan melibatkan orang dengan kecacatan, keluarga, organisasi orang dengan kecacatan, dan masyarakat. Disamping itu Aliansi juga melaksanakan fungsi advokasi pemenuhan hak-hak orang dengan kecacatan, mengusahakan media informasi, dan penguatan organisasi bagi kepentingan orang dengan kecacatan.
April172012
Siaran Pers
Rapat Umum Anggota
Rapat Umum Anggota Aliansi RBM Indonesia sebagai agenda tahunan
September262011
Siaran Pers
Salah satu anggota Aliansi RBM Indonesia, PPRBM (Pusat
Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat) telah membahas
rencana workshop mengenai peluncuran Panduan Internasional Mengenai Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarak
|
| Monday,21-May-2012
|
| SUN |
MON |
TUE |
WED |
THU |
FRI |
SAT |
| |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
| 6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
| 13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
19 |
| 20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
26 |
| 27 |
28 |
29 |
30 |
31 |
|
|
|